Ketika Pesantren Bicara Kreativitas: “Gema Fitrah Menebar Barrah” di Pondok Darut Tauhid Menggema Lewat Takbir, Karya, dan Kebersamaan

Ketika Pesantren Bicara Kreativitas: “Gema Fitrah Menebar Barrah” di Pondok Darut Tauhid Menggema Lewat Takbir, Karya, dan Kebersamaan

Probolinggo, 5 Juni 2025 — Dalam rangka menyemarakkan malam takbiran menjelang Iduladha, Pondok Darut Tauhid PZH Genggong menggelar kegiatan bertajuk “Gema Fitrah Menebar Barrah,” sebuah lomba gema takbir antar kamar yang berlangsung meriah dan penuh kreativitas. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengekspresikan semangat syiar Islam, tetapi juga wadah bagi santri untuk menyalurkan ide dan keterampilan mereka secara kolaboratif. Berbeda dari biasanya, para peserta lomba mengenakan busana hasil karya tangan mereka sendiri. Setiap kamar menampilkan desain unik yang dirancang bersama oleh para santri, menggunakan kain bekas, hiasan sederhana, hingga ornamen yang mencerminkan kekompakan dan nilai kesederhanaan. Tak hanya kostum, alat-alat yang digunakan dalam takbiran pun berasal dari bahan tak terduga, seperti ember bekas, timba, gentongan air, botol plastik, dan barang-barang sederhana lainnya yang diolah menjadi media tabuh ritmis yang menyemarakkan suasana malam takbir. “Awalnya kami bingung harus mulai dari mana, karena semua alat dan kostum harus kami buat sendiri. Tapi justru dari situ kami belajar bekerja sama, berbagi ide, dan saling menguatkan. Rasanya luar biasa bisa takbiran bareng teman-teman dengan karya buatan sendiri. Ini bukan sekadar lomba, tapi pengalaman yang tidak akan kami lupakan.” — Asyfa, peserta lomba dari kamar Sayyidah Shofiyah Gema takbir menggema di lingkungan pondok, berpadu dengan semangat persaudaraan dan kreativitas santri. Lomba ini dinilai berdasarkan kekompakan, kreativitas busana, kekhasan alat tabuh, serta kekuatan dan keindahan lantunan takbir. Suasana penuh semangat dan antusiasme tampak dari wajah para santri yang tampil totalitas di hadapan dewan juri dan seluruh warga pondok. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat berkesan, mengingatkan kembali pada makna Iduladha sebagai hari penuh keberkahan, pengorbanan, dan kebersamaan. Melalui lomba ini, Pondok Darut Tauhid ingin menanamkan bahwa ekspresi cinta kepada agama dapat diwujudkan dengan cara yang kreatif, sederhana, dan penuh kebersamaan. Gema takbir yang dikumandangkan para santri menjadi penanda bahwa jiwa-jiwa muda ini siap membawa semangat Islam dengan cara yang positif dan membangun. Dengan terlaksananya acara ini, para santri tidak hanya belajar tentang seni dan kreativitas, tetapi juga tentang kerja sama, tanggung jawab, dan nilai-nilai spiritual. Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan, sekaligus menjadi ruang positif bagi tumbuhnya potensi santri dalam berbagai bidang.

Kembali